Tampilkan postingan dengan label cerita sedarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita sedarah. Tampilkan semua postingan

Cerita Porno Boncengan Membawa Nikmat

Cerita Dewasa Boncengan Membawa Berkah || Ayam Kampus




Cerita Dewasa ~ Malam itu seusai rapat organisasi, aku segera menstart motorku untuk pulang. Rasanya pengin sekali segera sampai di rumah, makan, lalu tidur. Tetapi baru saja sampai di gerbang depan kampus seseorang menyapaku, dan ketika aku toleh arah suara itu ternyata Rini, anak fakultas ekonomi. Ngapain anak ini sendirian di gerbang?
“Belum pulang, Rin?”
“Belum Den, habis nungguin bis lewat, lama amat.” Jawabnya sambil berkedip-kedip genit.
“Bis lewat ditungguin, gue antar deh?”
“Bener situ mau nganterin?”
“Yah, pokoknya nggak gratis. Situ tau sendiri deh.” Ujarku menggoda.
“Ah, bisa aja.”

Cerita Dewasa ~ Rini mencubit kecil pinggangku lalu segera naik ke boncengan. Tangannya melingkat erat di pinggangku, lalu melajulah motor di ramainya jalanan. Lama-kelamaan si Rini malah menempelkan dadanya di punggungku. Tau nggak, rasanya benar-benar empuk dan hangat. Wuih, terasa bener kalau dia nggak pake beha. Sebagai laki-laki normal, wajar dong kalo batang penisku tiba-tiba menegang.
“Den, gimana kalo kita mampir ke taman kota? Aku dengar ada dangdutan di sana.” Bisik Rini dekat di telinga kiriku.

“Seleramu dangdut juga ya?”
Rini kembali mencubit pinggangku, tapi kemudian mengelus-elus dadaku. Tengkukku mulai merinding. Ada maunya nih anak, pikirku waktu itu. Mungkin aku sedang dihadapkan salah satu ayam kampus, nih. OK, siapa takut!

Cerita Dewasa ~ Aku segera membelokkan sepeda motor ke taman kota. Lalu mencari tempat yang agak remang tapi cukup strategis untuk menikmati isi panggung yang terletak di tengah taman kota itu. Panggung yang kira-kira berukuran 6×6 meter itu tampak meriah dikelilingi ratusan pengunjung. Irama dangdut menggema memekakkan telinga. Hot Tante 
“Den, sini dong? Sini, duduk sama aku.”
Aku duduk di belakang Rini yang masih duduk di boncengan motorku. Gadis itu nampaknya asyik benar mengikuti irama dangdut. Sedang aku lebih tertarik memelototi tubuh penyanyinya dibanding suaranya yang menurutku biasa saja.

Cerita Dewasa ~ Beberapa orang penyayi bergoyang hot membangkitkan gelora birahi para pria yang memandangnya, termasuk aku. Pandanganku beralih kepada Rini. Sayang aku hanya bisa memandang ubun-ubunnya saja. Aroma wangi menebar dari rambutnya yang bisa dibilang bagus, aroma yang eksotik. Kalau saja ada kesempatan, desahku.

“Den, kok diam saja? Belum pernah lihat orang goyang ya?”
“Bukannya gitu, cuman gila aja mandang tuh cewek. Berani bener joget kayak gitu,”
“Ah, segitu saja. Coba kemarikan tanganmu!”
Aku mengulurkan tangan kananku. Astaga, gadis itu memasukkan tanganku di balik bajunya sehinga tanganku benar-benar bisa merasakan kegemukan dadanya. Keringat dinginku tiba-tiba merembes, dadaku bergemuruh.

“Rin, apa-apaan kamu ini?” Ujarku lirih tanpa menarik kembali tanganku.
“Kamu nggak suka ya?” Tanya Rini kalem.
“Engh.. Bukannya begitu..anu” Jawabku tergagap.
“Aku tau kamu suka. Aku juga suka Den, jadi nggak ada masalah kan?” Kata Rini menoleh ke padaku.
“I..iya sih.”

Cerita Dewasa ~ Yah, begitulah. Akhirnya aku punya kesempatan. Tanganku membelai-belai dada Rini dengan bebasnya. Mempermainkan putingnya dengan gemas, kupelintir kesana kemari. Gadis itu bukannya kesakitan, tapi malah mendesah-desah kegirangan. Aku sendiri sudah nggak tahu berapa kali menelan ludah. Rasanya ingin memelintir puting itu dengan mulutku. Rupanya tangan kiriku mulai iri, lalu segera menyusul tangan kananku menerobos masuk di balik baju Rini. Meremas-remas kedua bukit yang tak terlihat itu.
“Den, Deni.. tangan-tanganmu benar-benar nakal. Hoh.. aduh.. geli Den,” Desah Rini menjambak rambutku yang cukup gondrong.

“Rin, aku suka sekali.. bagaimana kalau kita..”
“Uhg.. heeh, iya.. aku mau.”
Aku segera menghentikan kegiatanku mengobok-obok isi baju Rini. Lalu kami segera menuju sebuah hotel yang tak jauh dari taman kota. Tiada kami peduli dengan beberapa pasang mata yang memandangi kami dengan sejuta pikiran. Masa bodoh, yang penting aku segera bisa mengencani Rini.**
Segera aku bayar uang muka sewa kamar, lalu kami melenggang ke kamar 51. Rini yang sedari tadi memeluk tubuhku kini tergeletak di atas springbed. Matanya yang sayu bagai meminta, tangannya melambai-lambai. Aku langsung saja membuka kancing bajuku hingga bertelanjang dada.
“Den.. sudah lama aku inginkan kamu,”
“Oya? Kenapa tak bilang dari dulu?” Ujarku sambil melepas kancing baju Rini.

Cerita Dewasa ~ Benarlah kini tampak, dua bukit kenyal menempel di dadanya. Tangan Rini membelai-belai perutku. Rasanya geli dan uh.. lagi-lagi aku merinding. Kutekan-tekan kedua putingnya, bibir gadis itu mengulum basah. Matanya yang semakin memejam membuat birahiku semakin terkumpul menyesakkan dada.
“Den.. ayo.. kamu tak ingin mengulumnya? Ayo masukkan ke mulutmu.”
“Heh.. iya, pasti!”

Cerita Dewasa ~ Aku segera mengangkangi Rini lalu berjongkok diatasnya, lalu menunduk mendekati dadanya. Kemudian segera memasukkan bukit kenyal itu ke dalam mulutku. Aku hisap putingnya perlahan, tapi semakin aku hisap rasanya aku pingin lebih sehingga semakin lama aku menghisapnya kuat-kuat. Seperti dalam haus yang sangat. Ingin rasanya aku mengeluarkan isi payudara Rini, aku tekan dan remas-remas bukit gemuk itu penuh nafsu. Rini merintih-rintih kesakitan.

“Den.. hati-hati dong, sakit tahu! Perlahan.. perlahan saja Ok? Heh.. Yah, gitu.. eeh hooh..”
Busyet, baru menghisap payudara kiri Rini saja spermaku sudah muncrat. Batang penisku terasa berdenyut-denyut sedikit panas. Rini bergelinjangan memegangi jeans yang aku pakai, seakan ingin aku segera melorotnya. Tapi aku belum puas mengemut payudara Rini. Aku pingin menggilir payudara kanannya. Tapi ketika pandanganku mengarah pada bukit kanan Rini, wuih! Bengkak sebesar buah semangka. Putingnya nampak merah menegang, aku masih ingin memandanginya. Tapi Rini ingin bagian yang adil untuk kedua propertinya itu.

“Ayo Den, yang adil dong..” Katanya sambil menyuguhkan payudara kanannya dengan kedua tangannya.
Aku memegangi payudara kanan Rini, mengelusnya perlahan membuat Rini tersenyum-senyum geli. Ia mendesah-desah ketika aku pelintir putingnya ke kanan dan ke kiri. Lalu segera mencomot putingnya yang tersipu dengan mulutku. Puting itu tersendal-sendal oleh lidahku.
“Deni.. dahsyat banget, uaohh.. enak.. ayo Den.. teruss..”

Cerita Dewasa ~ Rini menceracau tak karuan, tangannya menjambak-jambak rambut gondrongku. Kakinya bergelinjang-gelinjang kesana kemari. Binal juga gadis ini, pikirku. Aku berpindah menyamping, menghindari sepakan kaki Rini. Jangan sampai penisku terkena sepakan kakinya, bisa kalah aku nanti. Justru dengan menyamping itulah Rini semakin bebas. Bebas membuka resleting jeans yang dipakainya. Tapi dasar binal! Gerakannya yang tak karuan membuat kami berguling jatuh di lantai kamar. Dan payudara kanannya lolos dari kulumanku.

“Gimana sih, Rin? Jangan banyak gerak dong!” Ujarku sedikit kesal.
“Habis kamu ganas banget sih..” Hiburnya dengan tatapan menggoda.
Untuk mengobati kekesalan hatiku Rini segera membuka semua pakaiannya tanpa kecuali. Jelaslah sudah tubuh mungil Rini yang mempesona. Air liurku segera terbit, inginnya mengganyang tubuh mungil itu.
Tubuhnya yang meliuk-liuk semampai, dua payudaranya yang nampak ranum bengkak sebesar buah semangka, perutnya yang langsing bagai berstagen tiap hari, ahh.. Lalu, bagian kewanitaannya! Uhh, pussy itu cukup besar dengan bulu-bulu basah yang menghiasinya. Pahanya yang sekal membuatku ingin mengelusnya, dan betisnya yang mulus nan langsat.. ehmm.. Maka dengan tergesa-gesa aku melucuti pakaianku, tanpa terkecuali!

“Wah! Pistolmu besar Den!” Kata Rini yang segera berjongkok dan meremas gemas batang penisku yang sudah sangat tegang.
“Auh.. jangan begitu, geli kan?” Jawabku menepis tangannya.
“Jangan malu-malu, pistol sebesar ini, pasti ampuh.”
Rini terus saja membelai-belai batang penisku yang ukurannya bisa dibilang mantap. Semakin lama batang penisku semakin menegang, rasanya mau meledak saja. Tubuhku bagai tersiram air hangat yang kemudian mengalir di setiap sendi darahku.

“Engh, auh..” Aku berdehem-dehem asyik saat Rini asyik memainkan jemari tangannya pada batang penisku.
Telunjuk dan ibu jarinya membentuk lingkaran yang kemudian digerak-gerakkan keluar masuk batang penisku. Layaknya penisku bermain hula hop. Spermaku mencoba meyeruak keluar, tapi aku tahan dengan sekuat tenaga. Aku remas-remas rambut panjang Rini.
Tapi kemudian Rini yang semakin gemas segera memasukkan batang keperkasaanku itu ke dalam liang mulutnya. Lalu dia mengemutnya bagai mengemut es lilin.
“Ehg.. ehmm.. ”

Cerita Dewasa ~ Terdengar suara desisan Rini bagai sangat menikmati batang penisku, begitupun aku. Bagaimana tidak, bibir tebal Rini segera melumat kulit penisku, lalu lidah Rini menjilat-jilat ujungnya. Nafasku serasa putus, keringatku merembes dari segala arah. Sedang Rini bagai kesetanan, terus saja menciptakan sejuta keindahan yang siap diledakkan.
Crot.. crot.. Tak ada yang bisa menahannya lagi. Spermaku keluar menyembur ke liang mulut Rini. Gadis itu nampak sedikit tersedak, beberapa sperma muncrat keluar mulutnya dan kemudian membasahi pangkal penisku.

“Ehmm.. ehmm.. keluarkan teruss.. ehmm,” Ujar Rini dengan mulut yang penuh dengan cairan spermaku.
Srup, srup, ia meminumnya dengan semangat sambil tangannya menggelayut di pahaku. Ujung penisku dikenyot-kenyot membuat geloraku makin berdenyut-denyut.
Karena tak tahan maka tak ayal lagi aku segera menubruknya. Menindih tubuh mungilnya lalu melahap bibir nakalnya. Lidah kami bergelut di dalam, menggigit-gigit gemas dan penuh nafsu. Tak peduli Rini merintih-rintih. Entah karena aku terlalu rakus mengganyang bibirnya, atau berat menahan tindihanku. Yang pasti rintihan Rini terdengar sangat merdu di telingaku.
Maka setelah puas mencumbui bibirnya aku segera beralih kepada pussy-nya. Benda keramat itu entah sudah berapa kali kebobolan, aku tak peduli. Kali ini ganti kau yang kukerjain, pikirku.
Langsung saja aku lebarkan paha Rini sehingga jelas pussy berumput yang sangat basah itu. Jemariku memainkan daging gemuk itu. menyusuri perbukitan yang berlorong. Lalu memelintir klitorisnya ke kanan dan ke kiri. Surr.. menyembur lagi cairan kewanitaan Rini. Bening menetes diantara jemariku.
“Den.. tunggu apa.. ayo dong..”
“Aku datang sayang.”

Cerita Dewasa ~ Wajahku segera mendekat ke pussy Rini. Lalu tanganku sedikit membuka si pussy sehingga aku bisa menikmati goa kenikmatan itudengan mataku walau hanya sebentar. Srup, srup, aku jilati pussy basah itu. Lidahku sengaja mencari-cari lubang yang mungkin bisa kutembus. Lidahku semakin ke dalam. Mempermainkan klitorisnya yang kenyal. Tanganku pun menyempurnakan segalanya. Bermain-main di payudara Rini yang semakin tegang, mengeras. Sayup-sayup terdengar suara erangan Rini. Aku harap gadis itu juga menikmatinya.

“Ayouhh Den, masukk, aku tak tahan lagi..”
Suara gadis itu terdengar lemah, mungkin sudah keletihan. Aku pun sudah cukup puas beranal ria. So, tunggu apa lagi?? Aku meminta Rini untuk menungging. Gadis itu menurut dengan wajah letih namun penuh semangat. Kemudian aku segera memasukkan penisku ke lubang kawinnya. Mudah. Sekali hentakan sudah masuk. Lalu kucabut dan kumasukkan berkali-kali. Lalu kubiarkan terbenam di dalam beberapa menit.
“Eghh..” Rini menahan rasa nikmat yang kemudian tercipta.
Tubuhnya sedikit mengejang tapi kemudian bergoyang-goyang mengikuti gerakan penisku. Aku segera mengocok penisku dengan kekuatan penuh. Dan kemudian.. kembali spermaku muncrat keluar memenuhi lubang kawin Rini.

Cerita Dewasa ~ Beberapa saat kami saling menikmati kenikmatan itu. darahku seakan berhenti mengalir seperti ada hawa panas yang menggantikan aliran darahku. Seluruh persendian terasa tegang, tapi kemudian seperti ada rasa kepuasan yang tak bisa terucapkan.
Hingga kemudian aku mencabut kembali batang penisku dari pussy Rini. Gadis itu kembali terlentang di lantai kamar hotel. Sedang aku segera menghempaskan tubuhku di atas kasur. Dinginnya lantai kamar yang menyentuh jemari kakiku tak bisa mengalahkan panasnya suasana kamar itu. Bau keringat kami berbaur.
Namun tiba-tiba batang penisku yang sudah mulai mengendur tersentuh kulit halus wanita. Ketika aku mendongakkan wajah ternyata Rini yang telah duduk di depan kakiku sambil mengelus-elus batang penisku.
“Den, kamu hebat banget. Aku benar-benar puas.”
“Ehng.. kamu juga. Sekarang kamu mau minta apa??”
Gadis itu masih diam sambil terus mempermainkan batang penisku. Gawat, bisa-bisa bangun lagi batang penisku. Bisa perang lagi nih, dobel dong tarifnya.
“Kamu minta apa? HP? Duit?”
“Aku minta.. minta lagi deh,” Kata Rini yang kemudian kembali mengenyot batang penisku.
“Waduh, bisa-bisa lembur nih!”, pikirku.

Jangan lupa juga kunjungi PRIA PERKASA

Cerita ML selingkuh terbaru bergambar | Perselingkuhan Tanteku yg genit dan haus sex dengan Sang Ajudan

Cerita ML selingkuh terbaru bergambar | Perselingkuhan Tanteku yg genit dan haus sex dengan Sang Ajudan

Senang sekali bisa bertemu lagi dengan penggemar setia semua Harian Dewasa | Cerita Dewasa, kami hadir kembali memberikan cerita dewasa terpanas dan terpopuler saat ini, dimana cerita ini berkisar seputar cerita dewasa ML, cerita dewasa sedarah, cerita sex, cerita ngentot, cerita ML tante, cerita dewasa perselingkuhan, cerita dewasa bergambar, tante genit, cerita ML terbaru, cerita ngentot terbaru, cerita sedarah terbaru, perselingkuhan tante, tante selingkuh, tante haus sex, dan masih bnyak lagi info dan cerita sex lainnya

Cerita ML selingkuh terbaru bergambar | Perselingkuhan Tanteku yg genit dan haus sex dengan Sang Ajudan

Cerita ML terbaru bergambar ~ Di suatu Minggu pagi yang cerah.. Hendra sarapan berdua saja dengan Tanteny di rumah.. Biasany acara sarapan hari minggu mereka lakukan bertiga bersama dengan Omny.. Soalny di hari-hari lain,, tidak ada kesempatan untuk mereka dapat sarapan bersama,, palagi mkan pagi tau bhkan mkan mlem.. Kesibuxan pamanny,, menyebabkan mereka hany dapat berkumpul bersama di hari minggu pagi..

Cerita ML terbaru bergambar ~ Omny yang seorang direktur jenderal di Departeman Dalam Negeri selalu padat dengan kegiatan kantor.. Sedangkan sang Tante yang aktivis kegiatan sosial selalu sibux dengan urusan arisan,, urusan anak2 panti asuhan,, anak2 jalanan,, anak2 pengungsi Aceh,, Maluku dan segala macam anak2 lainny.. Akhirny Hendra,, ponakan stu2nya mlah g bgt dpt perhtian..
Pagi itu,, sang Om tidak bisa ikut sarapan bersama karena sedang melakukan kunjungan ke daerah.. Katany sih meninjau pelaksanaan otonomi daerah di 3 provinsi.. pling cpet kmbli mnggu dpan.. Meskipun kadangkala Hendra merasa sedih karena sering ditinggal sendirian di rumah,, namun Hendra sesungguhny menikmati kesibukan pamanny itu.. Rumah yang selalu sepi membuatny lebih puny banyk kesempatan untuk memuas-muaskan nafsuny di rumah.. Ia bisa melakukanny dengan Ayux,, sang pacar,, atau dengan Eka teman sekaligus yang mengajariny menjelang ujian akhir dan SPMB,, atau juga rame-rame dengan teman-temanny dari Tim Volly Mekar Sari..
“Hari ini Tante pergi lagi ??” tany Hendra berbasa-basi pada Tanteny.. Ia tahu pasti,, sesudah sarapan nanti Tanteny pasti ngeluyur dari rumah dan baru pulang hampir tengah malam..
“Iyalah sayang.. kmu kan tahu,, Aceh sedang bergolak nih.. Jadiny Tante makin sibux mengurusi pengiriman stock makanan untuk saudara2 kita disana syang,,” keluh Tanteny dengan senyum penuh kebijakan..
“Harus itu Ma,, Hendra juga mau pergi nih abis sarapan,,” kata Hendra..
“Bljr sama Eka lgi??” tany Tante,, smbl memsukkn sptong roti bkar kebbir tipsny yg amat manis..
Di usia yang hampir riga puluh sembilan,, Tante Silvy masih kelihatan sangat cantik.. Tubuhny padat seperti gadis usia dua puluh tahunan saja.. Gimana gack,, sang Tante kan rajin olahraga dan makan makanan suplemen plus minum jamu untuk menjaga stamina dan kekencangan otot serta kulitny..
“gack Mah,, Maen Volly sama anak2,,”
“Lho,, kmu kan sudah dekat ujian akhirny sayang.. Kok bukanny belajar bareng Eka,, malah maen Volly??”
“Ini juga main Vollyny bareng Eka kok Tante,,”
“Hmm,,”
“Iya.. Kata Eka,, sekali-kali perlu refresing juga agar pikiran tidak butek karena belajar terus2an.. Kesegaran tubuhku kan perlu dijaga juga Tante,,”
“Gitu ya.. Kalau gitu ya terserah.. Yang penting kmu belajarny yg baek ya,, supaya nnti llus dpat nilai yg baik.. kalau nilai kmu kurang bagus,, cita-cita kmu untuk masuk Akademi Angkatan Udara kan bisa gagal sayang”
“Beres Tante,, Yang penting Tante doain Hendra selalu ya,,”
“Pasti sayang,,” jawab Tanteny dengan senyum sayang..
Hendra melahap potongan roti bakarny yang terakhir.. Kemudian berpamitan pada Tanteny,,
“Hendra pergi duluan ya Tante kapan berangkatny??” tany Hendra sambil mencium pipi Tanteny..
“Setelah Tante beres2 dulu sayang,,”
“Pergi sama Bli Sudarma,, Ma??”
“Iya dong sayang.. Abis sama sapa lagi.. Kan supir Tante cuman dia satu-satuny,,”
“Oke deh Tante Silvy berangkat kalau gitu,,” kata Hendra,, disandangkanny ransel olah ragany ke bahuny..
“Hati-hati ya sayang,,”
Cerita ML terbaru bergambar ~ Hendra menuju garasi di samping rumah untuk mengambil sepeda motorny.. Ia bertemu dengan Bli Sudarma di sana.. Supir Tanteny itu sedang asyik berbasah-basah ria,, mencuci sedan milik Tanteny..
“Selamat pagi Mas Hendra,,” sapa Bli Sudarma ramah pada Hendra sambil tersenyum manis memamerkan barisan giginy yang rapi dan putih..
“Pagi Bli Sudarma.. Masih nyuci mobil Mas?? Tante sudah mau berangkat tuh,,”
“Waduh,, Mas klo bgtu hrs buru2,,” jawabny..
Kemudian ia sibux mengelap mobil sedan itu dengan kain yang masih kering.. Hendra memandangi cowok itu dengan serius.. Gimana gack serius,, Bli Sudarma ini orangny ganteng.. Tubuhny pun gagah dengan kulitny yang putih bersih.. Saat ini ia hany menggenakan celana pendek tanpa atasan,, memamerkan dada,, bahu,, lengan dan perutny yang otot-ototny bersembulan.. Bukit dadany yang liat tampak dihiasi bulu-bulu halus nan lebat..



Cerita ML terbaru bergambar ~ Dengan cuekny di depan Hendra,, Bli Sudarma mengangkat-angkat tanganny yang berotot itu saat mengelap atap mobil.. Bulu-bulu lebat di lipatan ketiakny yang putih itu terpampang jelas di mata Hendra.. Membuat jakun remaja ganteng itu naik turun menahan nafsu.. Rencana Hendra untuk segera meluncur menuju rumah Eka akhirny tertunda.. Hendra merasa sayang kehilangan kesempatan menikmati pemandangan bagus di depan matany ini.. Pelan-pelan ransel yang tadi sudah disandangny diletakkanny di lantai.. Ia mendekati Bli Sudarma,, pura-pura mengamati kegiatan mencuci mobil supir ganteng itu..
“Mas,, tu masih basah bgian atasny,,” komentarny,, biar kecuriaan Bli Sudarma tak muncul..
Bli Sudarma ini sebenarny adalah salah satu dari dua orang ajudan Omny Hendra yang bertugas di rumah mereka.. Usiany masih muda,, baru 24 tahun.. Asli Bali.. Dia lulusan STPDN.. Demikian juga Bli Komang ajudan Om Hendra yang satu lagi,, yang saat ini mendampingi sang Om melaksanakan tugas ke daerah.. Mereka berdua bertugas sejak sang Om diangkat menjadi dirjen..
Cerita ML terbaru bergambar ~ Kedua ajudan ini sma2 machho.. mklum aja dlu ketika pndidikn kan dididik semi militer.. Kebetulan juga keduany memiliki paras yang ganteng dan tubuh jangkung menjulang.. Mungkin bedany hany lima cm dari tinggi Hendra sekarang,, 179 cm.. Saat sang Om memperkenalkan kedua ajudan itu kepadany,, Hendra blingsatan.. Waktu itu keduany datang dengan menggenakan seragam semi ketat.. Hendra dapat melihat dengan jelas otot-otot padat nan terlatih dibalik pkean yg mrekan pake.. Lolok hendra ngaceng bert akibt melihat tnjolan buah dada sang ajudan.. Akhirny untuk menuntaskan birahiny yang memuncak Hendra melakukan onani di kamarny,, ia belum berani untuk ngajak mereka berhubungan seks.. Hendra selalu berharap suatu saat dia bisa ngerjain kedua ajudan itu.. Namun sampai saat ini harapanny itu tak pernah kesampaian..
Berdiri dekat2 Bli Sudarma membuat birahi Hendra semakin meningkat.. Batang Lolokny sudah berdenyut-denyut.. Ia tak mau ngcroot sambil berdiri karena horny ngelihatin Bli Sudarma.. Segera ia meninggalkan ajudan jantan itu.. Dalam pikiranny kemudian,, lebih baik dia segera menuju rumah Eka.. Disana ia bisa menuntaskan hasratny pada temanny itu sebelum mereka berangkat ke sekolah untuk main Volly..
Sepanjang perjalanan menuju ke rumah Eka,, bayangan lekuk2 tubuh Bli Sudarma sang ajudan ganteng,, menari-nari di benak Hendra.. Apalagi ketika tadi Bli Sudarma asyik nungging smbl ngelp mobil,, sang ajudan yg punya buah pantat yg montok itu mmbuatnya giler..
Hendra hampir tiba di rumah Eka.. tiba2 disadariny ransel olah ragany tak tersandang dipunggungny.. Gara-gara mengamati sang ajudan ia terlupa mengambilny lagi saat pergi.. Segera Hendra memutar laju sepeda motorny kembali ke rumahny.. Gimana dia mau main Volly kalau pakaian Volly tak dibawany..
Tak sampai sepuluh menit,, Hendra sudah kembali ke rumah.. Dilihatny mobil sedan sang Tante yang mengkilap masih terparkir dengan rapi di garasi..
“Dasar Tante,, beres2 aja lama banget,,” pikirny..
Dicariny ranselny di garasi,, namun tak ditemukanny disana.. Kemana ya?? Ia segera menuju dapur mencari Mbok Nengah,, pembantu rumahny.. Barangkali pembantuny itu menyimpan tasny..
“Eh,, Mas Hendra.. gack jadi perginy Mas??” tany Mbok Nengah..
“Tadi sudah pergi.. Tapi ransel saya ketinggalan.. Mbok ada lihat gack??”
“gack ada Mas.. Memangny tadi Mas Hendra tinggalin dimana??”
“Di garasi,, waktu Bli Sudarma nyuci mobil tadi,,”
“Mungkin dibawa sama Bli Sudarma kalau gitu,,”
“Bli Sudarma kemana Mbok??”
“Mungkin di kamarny Mas,, kan mau pergi dengan Tante,,”
Hendra segera menuju kamar tidur Bli Sudarma.. Tapi tak ada orang disana.. Ia hany menemukan dua tempat tidur yang kosong,, milik Bli Sudarma dan Bli Komang.. Kamar mandi didalam ruangan kamar itu juga kosong.. Ia kembali ke dapur menemui Mbok Nengah..
“gack ada Mbok,, kemana ya??”
“Coba liat di ruang kerja Om Mas.. Tadi Tante menyuruh saya memanggil Bli Sudarma ke ruang kerja Om.. Tapi apa masih di sana ya?? Coba liat dulu Mas,,”

Cerita ML terbaru bergambar ~ Hendra segera menuju ruang kerja Omny yang terletak disamping kamar tidur pamannyya itu.. Sesampainy disana dilihatny pintu kamar kerja sang Om tertutup.. Ia memutar gerendel pintu itu,, ternyta terkunci.. Hendra segera menuju kamar pamanny.. Barangkali Tanteny masih di kamar itu beres2.. Ia bisa bertany tentang keberadaan Bli Sudarma pada Tanteny.. Diputarny gerendel pintu kamar itu,, ternyta tidak terkunci.. Hendra segera memasuki kamar besar itu.. Tanteny tidak terlihat duduk di meja riasny.. Matany menelusuri seluruh isi kamar.. Kosong.. Pintu kamar mandi Tanteny terbuka,, tak ada orang disana..
Matany kemudian tertumbuk pada pintu penghubung antara ruang kerja Omny dengan kamar tidur pamanny itu.. Pintu itu dilihatny buka sedikit.. Hendra mendekati pintu itu.. Sapa tau Tanteny ada disana,, pikirny.. Ketika langkahny semakin dekat dengan pintu kamar itu,, telingany tiba2 menangkap swara2 dari ruang kerja Omny.. Ia menghentikan langkahny,, mencoba berkonsentrasi mendengarkan suara itu.. tiba2 jantung Hendra berdegup dengan keras.. Perasaanny mulai tidak enak.. Suara yang didengarny itu adalah swara2 erangan-erangan tertahan,, milik cowok dan cewek..

Cerita ML terbaru bergambar ~ Hendra semakin mendekat ke pintu kamar yang terkuak itu.. Ia longokkan kepalany sedikit ke celah pintu yang terbuka itu.. Serta merta mata Hendra melotot melihat pemandangan di ruang kerja Omny itu.. Di atas meja kerja Omny,, dua manusia lain jenis dalam keadaan bugil sedang asyik memacu birahi yg bgtu mmbra.. trnya kdua insa tu tak lain dan tak bkan lagi adalah Tanteny dan Bli Sudarma sang ajudan! Kaki Hendra terasa lemas,, jantungny seperti mau copot..
Dari tempatny berdiri saat ini ia dapat melihat sang Tante sedang ditindih oleh Bli Sudarma.. Tante Silvy telentang dengan kaki mengangkang lebar diatas meja,, sedangkan di atasny Bli Sudarma melakukan genjotan pantat dengan gerakan yang cepat dan keras sambil mulutny melumat mulut sang Tante dengan buas.. Meskipun ia tak bisa melihat batang Lolok Bli Sudarma,, karena terhalang oleh paha Tanteny,, namun ia yakin seyakin-yakinny,, batang Lolok milik ajudan ganteng itu sedang mengebor lobang Memek Tanteny tanpa ampun.. Baik Tanteny maupun Bli Sudarma sama-sama mengerang-erang keenakan..
Hendra tak pernah menyngka akan menyksikan peristiwa ini.. Ia tak pernah menyngka Tanteny akan melakukan zinah dengan ajudan Omny sendiriny.. Tanteny yang selama ini dikenalny sebagai aktivis kegiatan sosial dan selalu berbicara soal norma2 moral,, ternyta melakukan perselingkuhan di ruang kerja milik suaminy sendiri!
Hendra tidak tahu harus melakukan apa.. Ia sangat marah.. Mukany merah,, tanganny mengepal2 menahan amarah yang membara.. Ia menarik kepalany dari celah kamar.. Dengan kesal dihempaskanny tubuhny ke atas tempat tidur orang tuany.. Dari ruang kerja Omny terdengar racauan2 ngesex dari mulut Tanteny dan sang ajudan..
“oooHHHHH.... oooHHHHH.... EEnnaaacckk.... Teeerrruuusssss....,,” racau Tanteny..
“hhhIIIhhhhh.... hhhIIIhhhhh.... aapppaAAAHHHHHH.... Yang eennaacckkkk.... hhhIIIhhhhh.... Buh....,,”
“Konthollsshh.... kmuhh.... DahrmAAAHHHHHH.... OOOuuuhhhhh....,,”
“Tanteh Sukaaaaaaa bgttttt.... hhhIIIhhhhh.... OOOuuuhhhhh.... OOOuuuhhhhh.... Sukaaaaaaa bgttttt????,,”
“Sukaaaaaaa bgttttt.... Besar.... Bangethh.... OOuuuhhh.... DharmAAAHHHHHH....,,”
“hhhIIIhhhhh.... Mememkhh.... Tantehh.... JugAAAHHHHHH.... Enakk.... Tante.... oooHHHHH....,,”
“eennaacckkkk???? Benar.... eennaacckkkk.... DarmAAAHHHHHH....????”
“YAAAHHHHHH.... IyAAAHHHHHH.... Tante....,,”


Cerita ML terbaru bergambar ~ Meskipun sangat marah,, racauan yang didengarny itu sungguh-sungguh sangat merangsang.. Birahiny mulai bangkit.. Akhirny meskipun msih emosional didekatinya lagi pintu penghubung kamar itu.. Ia kembali mengintip hubungan ngesex Tanteny dan Bli Sudarma itu.. hubungan mereka sangat bersemangat dan kasar,, racauan mereka benar2 sangat merangsang,, akibatny Hendra tak mampu menahan Lolokny yang mulai mengeras.. Tanganny kemudian menyusup ke balik celanany,, meremas-remas batang Lolokny sendiri..
“eennaacckkkk.... Manah.... Samah.... oooHHHHH.... Memmek.... Bu.... Menterihh.... oooHHHHH....,,” racau Tanteny lagi..
“EEnnaaacckk.... Mememkhh.... Tantehh....,,”
“Mmmasakhh sihh.... DharamAAAHHHHHH.... OoooHHHHH.... Yeeessss.... Disituhh.... AAAHHHHHH....,,”
“IyAAAHHHHHH.... Tante.... Masih.... Serethh.... oooHHHHH.... Njepithh....,,”
Hendra kaget mendengar racauan itu.. Tak disangkany ternyta Bli Sudarma ini pernah ngentot sama istri menteri juga rupany..
“Kalauhh.... SamAAAHHHHHH.... Memek.... Fenihh.... Pacarhh.... kmuhh....??”
“oooHHHHH.... Samah.... SamAAAHHHHHH.... EnaknyAAHHHHHH,, .... Buh.... oooHHHHH....,,”
“Dasarhh.... Sshh.... Gombalhh.... OOOuuuhhhhh....,,”
“oooHHHHH.... oooHHHHH.... oooHHHHH.... YAAAHHHHHH.... oooHHHHH..,, ....,,”
“Kerashh.... OoooHHHHH.... Besarhh bangethh.... oooHHHHH....,,”
“Besar manAAAHHHHHH Tante.... Sama Lolokhhsshh.... Fadlyhh.... oooHHHHH....,,”
“SamAAAHHHHHH.... SamAAAHHHHHH.... Sayanghh.... ”
Bli Komang????!! Hendra benar2 tak menyngka.. Ternyta Tanteny pernah juga ngerasain batang Lolok ajudan Omny yang satu lagi itu..

Cerita ML terbaru bergambar ~ Beberapa saat kemudian sang Tante dan Bli Sudarma berganti posisi.. Bli Sudarma tidur telentang diatas meja kerja dengan kedua pahany yang kokoh dan berbulu itu menjuntai ke bawah.. Sang Tante kemudian duduk diatas selangkangan Bli Sudarma.. Saat Bli Sudarma mengatur posisi,, Hendra sempat melihat barang perkasa Bli Sudarma dengan jelas.. benar2 besar,, gemuk dan panjang dihiasi dengan bulu llok yang lebat.. Panjangny sekitar sembiln blas centimeter lebih.. Pantes aja Tanteny keenakan banget..
Hendra membayangkan bagaimana bila Lolok besar milik Bli Sudarma itu membetot lobang pantatny.. Pasti gesekanny terasa banget.. Lebih terasa dari puny si Wisnu,, teman Vollyny yang putra bali itu.. tiba2 muncul pikiran nakal di benak Hendra.. Ia ingin ngerjain Tanteny dan sang ajudan.. Dikeluarkanny handphone mungilny yang memiliki fasilitas vidio phone itu dari saku celanany.. Sambil terus meremas-remas Lolokny sendiri,, Hendra merekam hubungan ngesex Tanteny dan Bli Sudarma itu..
Sang Tante menggenjotkan pantatny naik turun dengan keras.. Bli Sudarma membalas mmbls genjotn yg gack klh juga.. terdengr jelas suara tepokan,,
“PPllooCCkkkk.... PPllooCCkkkk.... PPllooCCkkkk.... PPllooCCkkkk....,,”
Kamar kerja Om Hendra diramaikan dengan swara2 erangan,, jeritan,, desahan dari mulut Tanteny dan Bli Sudarma..
“HAAAHHHHHH.... HAAAHHHHHH.... HAAAHHHHHH.... oooHHHHH.... Tekan lebihh.... Dalamhh,,” erangan Bli Sudarma kedua tanganny meremas-remas Susu Tante Silvy..

“hhhIIIhhhhh.... Beginihh.... hhhIIIhhhhh....,,”
“Lagihh.... OhoooHHHHH.... AAAHHHHHH.... AAAHHHHHH....,,”
“hhhIIIhhhhh.... Beginihh.... oooHHHHH....,,”
“YYeeSSSShh.... YYeeSSSShh.... Teeerrruuusssss.... oooHHHHH.... oooHHHHH....,,”
tiba2 tubuh Bli Sudarma yang tadi berbaring bangkit.. Dalam posisi tubuh menekuk,, kepalany bersarang di Susu sang Tante yang besar dan bergoyang-goyang akibat genjotan yang mereka lakukan.. Dengan buas Bli Sudarma mengisap tetek Susu sang Tante yang kemerahan..
“oooHHHHH.... DharmAAAHHHHHH.... Nakalhh kmuhh.... oooHHHHH.... eennaacckkkk....,,” Tante meracau semakin menggila..
Kepalany bergoyang ke kiri ke kanan.. Rambut yang sebahuny yang basah oleh keringat berkibar-kibar.. Tante Silvy benar2 keenakan.. Kedua tangan sang Tante memeluk punggung kekar Bli Sudarma dengan kuat.. Tak sampai lima menit dalam posisi seperti itu.. tiba2 genjotan Tante berhenti.. Mulutny meraung keras.. Pantatny bergetar menekan keras menggencet selangkangan Bli Sudarma.. Tubuhny yang basah oleh keringat berkelojotan..
“AAAHHHHHH.... Akuhh sampaihh.... OOOuuuhhhhh....,,” erangny..
Bli Sudarma terus menyelomoti Susu sang Tante.. Semenit kemudian kepala sang Tante terlihat bertumpu ke bahu Bli Sudarma.. Ia lemas karena orgasmeny..
“Saya lanjuthh yah Tante....,,” kata Bli Sudarma minta ijin melanjutkan.. Soalny orgasmeny belum datang..
“Silakan DharmAAAHHHHHH.... oooHHHHH....,,” suara sang Tante terdengar lemas..
Bli Sudarma kemudian turun dari meja kerja itu.. Tanpa melepaskan Lolokny dari lobang Memek sang Tante,, Bli Sudarma membopong tubuh sang Tante kemudian membaringkanny telentang diatas lantai yang berkarpet.. Kemudian ia kembali melanjutkan pekerjaanny menyetubuhi sang Tante.. Hendra bisa melihat tubuh Tanteny yang lemas itu dikentot Bli Sudarma dengan penuh keperkasaan..
“Sakit Tante.... AAAHHHHHH....??”
“Terus sayanghh.... Saya istirahat sebentar AAAHHHHHH.... kmuhh Teeerrruuusssss ajAAAHHHHHH.... oooHHHHH....”

Cerita ML terbaru bergambar ~ Tak sampai lima menit sang Tante kembali bergairah.. Pantatny kembali bergerak-gerak dengan luwes membalas gerakan Bli Sudarma.. Rupany sang Tante tak mau hany menjadi objek.. tiba2 Tante mmblikkn posisiny,, ditindihny tbuh sang ajudan ganteng yang bersimbah keringat.. Dengan penuh semangat sang Tante kemudian menggenjot pantatny naik turun mengocok batang Lolok Bli Sudarma dengan Memekny yang basah dengan cairan lendirny sendiri,, sambil menciumi mulut ajudan muda ganteng itu dengan binal.. Dari mulutny keluar erangan2,,
“Urghh.... Urghh.... YAAAHHHHHH.... YAAAHHHHHH,,”
“oooHHHHH.... Tantehh.... oooHHHHH.... Buashh.... Banget.... oooHHHHH....,,” racau Bli Sudarma..
“kmuhh.... Sukaaaaaaa bgttttt.... Kanhh....,,”
Begitulah.. Permainan cabul antara Tanteny Hendra dan Bli Sudarma yang memakan waktu tak kurang dari dua jam itu akhirny usai dengan skor 6-2 untuk kemenangan Bli Sudarma.. Maksudny,, sang Tante ngcroot empat kali,, sedangkan Bli Sudarma ngcroot dua kali saja di dalam Memek sang Tante..
Hendra sendiri ngcroot dua kali.. Pejuh kentalny melumuri daun pintu kamar penghubung.. Ia sangat terangsang menyksikan live show sang Tante dan Bli Sudarma.. Ia tak sabar untuk segera dapat mengerjai sang ajudan yang gila ngentot itu..

Cerita ML terbaru bergambar ~ Dengan tubuh yang masih terasa lemas akibat orgasme,, perlahan-lahan Hendra meninggalkan kamar orang tuany.. Pejuhny yang menempel di daun pintu kamar dibersihkanny terlebih dahulu.. Saat meninggalkan kamar,, Hendra,, masih sempat melirik Tanteny dan Bli Sudarma yang berbaring saling berpelukan di lantai.. Keduany terlihat sangat lelah..
Hendra segera melaju kembali dengan sepeda motorny menuju rumah Eka.. Sepanjang perjalanan ia menyusun rencana untuk mengerjai Tanteny dan Bli Sudarma nanti.. Ia tersenyum-senyum cabul membayangkan rencanany itu..
Setiba di rumah Eka,, teman sekolahny itu sudah menunggu di teras sambil duduk santai membaca majalah remaja.. Eka menggenakan t-shirt putih polos dan celana jeans biru plus topi pet hitam.. Wajah gantengny tersenyum senang menymbut kedatangan Hendra..
“Kok telat Ndre??” tanyny..
“Sorry Vin.. Ada urusan sama Tante tadi,,” jawab Hendra nyengir,, “Kita lgsung brkt aja yuk.. hmpr dah jam 10 nieh,,”
Eka mengiyakan,, segera ia duduk di boncengan,, rapat di belakang tubuh Hendra.. Tanganny diletakkanny di paha Hendra.. Kemudian kedua remaja SMU itu melaju menuju sekolah mereka..
“Kok gack bawa baju olah raga Vin??” tany Hendra di tengah perjalanan..
“gack usahlah.. Gue kan bukan anak Volly.. Kesana juga cuman mau liat permainan Volly doang,,” jawabny..
“Liat permainanny,, atau liat pemainny nih??” tany Hendra menggoda..
“Dua-duany.. Hehehe,,”
“Vin,, ini perasaan gue aja tahu emang benar sih??”
“Maksud lo??”
“Elo ngaceng ya?? Kok rasany ngeganjal nih di bokong gue,,”
“Enak aja!”

Cerita ML terbaru bergambar ~ Hendra tertawa ngakak.. Sementara Eka tersenyum malu di boncengan.. Lolokny memang sudah ngaceng sejak nungguin Hendra dari tadi.. Ia tak sabar menantikan apa yang akan terjadi nanti di sekolah..