Tampilkan postingan dengan label cerita ngentot tante. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita ngentot tante. Tampilkan semua postingan

Cerita Porno Boncengan Membawa Nikmat

Cerita Dewasa Boncengan Membawa Berkah || Ayam Kampus




Cerita Dewasa ~ Malam itu seusai rapat organisasi, aku segera menstart motorku untuk pulang. Rasanya pengin sekali segera sampai di rumah, makan, lalu tidur. Tetapi baru saja sampai di gerbang depan kampus seseorang menyapaku, dan ketika aku toleh arah suara itu ternyata Rini, anak fakultas ekonomi. Ngapain anak ini sendirian di gerbang?
“Belum pulang, Rin?”
“Belum Den, habis nungguin bis lewat, lama amat.” Jawabnya sambil berkedip-kedip genit.
“Bis lewat ditungguin, gue antar deh?”
“Bener situ mau nganterin?”
“Yah, pokoknya nggak gratis. Situ tau sendiri deh.” Ujarku menggoda.
“Ah, bisa aja.”

Cerita Dewasa ~ Rini mencubit kecil pinggangku lalu segera naik ke boncengan. Tangannya melingkat erat di pinggangku, lalu melajulah motor di ramainya jalanan. Lama-kelamaan si Rini malah menempelkan dadanya di punggungku. Tau nggak, rasanya benar-benar empuk dan hangat. Wuih, terasa bener kalau dia nggak pake beha. Sebagai laki-laki normal, wajar dong kalo batang penisku tiba-tiba menegang.
“Den, gimana kalo kita mampir ke taman kota? Aku dengar ada dangdutan di sana.” Bisik Rini dekat di telinga kiriku.

“Seleramu dangdut juga ya?”
Rini kembali mencubit pinggangku, tapi kemudian mengelus-elus dadaku. Tengkukku mulai merinding. Ada maunya nih anak, pikirku waktu itu. Mungkin aku sedang dihadapkan salah satu ayam kampus, nih. OK, siapa takut!

Cerita Dewasa ~ Aku segera membelokkan sepeda motor ke taman kota. Lalu mencari tempat yang agak remang tapi cukup strategis untuk menikmati isi panggung yang terletak di tengah taman kota itu. Panggung yang kira-kira berukuran 6×6 meter itu tampak meriah dikelilingi ratusan pengunjung. Irama dangdut menggema memekakkan telinga. Hot Tante 
“Den, sini dong? Sini, duduk sama aku.”
Aku duduk di belakang Rini yang masih duduk di boncengan motorku. Gadis itu nampaknya asyik benar mengikuti irama dangdut. Sedang aku lebih tertarik memelototi tubuh penyanyinya dibanding suaranya yang menurutku biasa saja.

Cerita Dewasa ~ Beberapa orang penyayi bergoyang hot membangkitkan gelora birahi para pria yang memandangnya, termasuk aku. Pandanganku beralih kepada Rini. Sayang aku hanya bisa memandang ubun-ubunnya saja. Aroma wangi menebar dari rambutnya yang bisa dibilang bagus, aroma yang eksotik. Kalau saja ada kesempatan, desahku.

“Den, kok diam saja? Belum pernah lihat orang goyang ya?”
“Bukannya gitu, cuman gila aja mandang tuh cewek. Berani bener joget kayak gitu,”
“Ah, segitu saja. Coba kemarikan tanganmu!”
Aku mengulurkan tangan kananku. Astaga, gadis itu memasukkan tanganku di balik bajunya sehinga tanganku benar-benar bisa merasakan kegemukan dadanya. Keringat dinginku tiba-tiba merembes, dadaku bergemuruh.

“Rin, apa-apaan kamu ini?” Ujarku lirih tanpa menarik kembali tanganku.
“Kamu nggak suka ya?” Tanya Rini kalem.
“Engh.. Bukannya begitu..anu” Jawabku tergagap.
“Aku tau kamu suka. Aku juga suka Den, jadi nggak ada masalah kan?” Kata Rini menoleh ke padaku.
“I..iya sih.”

Cerita Dewasa ~ Yah, begitulah. Akhirnya aku punya kesempatan. Tanganku membelai-belai dada Rini dengan bebasnya. Mempermainkan putingnya dengan gemas, kupelintir kesana kemari. Gadis itu bukannya kesakitan, tapi malah mendesah-desah kegirangan. Aku sendiri sudah nggak tahu berapa kali menelan ludah. Rasanya ingin memelintir puting itu dengan mulutku. Rupanya tangan kiriku mulai iri, lalu segera menyusul tangan kananku menerobos masuk di balik baju Rini. Meremas-remas kedua bukit yang tak terlihat itu.
“Den, Deni.. tangan-tanganmu benar-benar nakal. Hoh.. aduh.. geli Den,” Desah Rini menjambak rambutku yang cukup gondrong.

“Rin, aku suka sekali.. bagaimana kalau kita..”
“Uhg.. heeh, iya.. aku mau.”
Aku segera menghentikan kegiatanku mengobok-obok isi baju Rini. Lalu kami segera menuju sebuah hotel yang tak jauh dari taman kota. Tiada kami peduli dengan beberapa pasang mata yang memandangi kami dengan sejuta pikiran. Masa bodoh, yang penting aku segera bisa mengencani Rini.**
Segera aku bayar uang muka sewa kamar, lalu kami melenggang ke kamar 51. Rini yang sedari tadi memeluk tubuhku kini tergeletak di atas springbed. Matanya yang sayu bagai meminta, tangannya melambai-lambai. Aku langsung saja membuka kancing bajuku hingga bertelanjang dada.
“Den.. sudah lama aku inginkan kamu,”
“Oya? Kenapa tak bilang dari dulu?” Ujarku sambil melepas kancing baju Rini.

Cerita Dewasa ~ Benarlah kini tampak, dua bukit kenyal menempel di dadanya. Tangan Rini membelai-belai perutku. Rasanya geli dan uh.. lagi-lagi aku merinding. Kutekan-tekan kedua putingnya, bibir gadis itu mengulum basah. Matanya yang semakin memejam membuat birahiku semakin terkumpul menyesakkan dada.
“Den.. ayo.. kamu tak ingin mengulumnya? Ayo masukkan ke mulutmu.”
“Heh.. iya, pasti!”

Cerita Dewasa ~ Aku segera mengangkangi Rini lalu berjongkok diatasnya, lalu menunduk mendekati dadanya. Kemudian segera memasukkan bukit kenyal itu ke dalam mulutku. Aku hisap putingnya perlahan, tapi semakin aku hisap rasanya aku pingin lebih sehingga semakin lama aku menghisapnya kuat-kuat. Seperti dalam haus yang sangat. Ingin rasanya aku mengeluarkan isi payudara Rini, aku tekan dan remas-remas bukit gemuk itu penuh nafsu. Rini merintih-rintih kesakitan.

“Den.. hati-hati dong, sakit tahu! Perlahan.. perlahan saja Ok? Heh.. Yah, gitu.. eeh hooh..”
Busyet, baru menghisap payudara kiri Rini saja spermaku sudah muncrat. Batang penisku terasa berdenyut-denyut sedikit panas. Rini bergelinjangan memegangi jeans yang aku pakai, seakan ingin aku segera melorotnya. Tapi aku belum puas mengemut payudara Rini. Aku pingin menggilir payudara kanannya. Tapi ketika pandanganku mengarah pada bukit kanan Rini, wuih! Bengkak sebesar buah semangka. Putingnya nampak merah menegang, aku masih ingin memandanginya. Tapi Rini ingin bagian yang adil untuk kedua propertinya itu.

“Ayo Den, yang adil dong..” Katanya sambil menyuguhkan payudara kanannya dengan kedua tangannya.
Aku memegangi payudara kanan Rini, mengelusnya perlahan membuat Rini tersenyum-senyum geli. Ia mendesah-desah ketika aku pelintir putingnya ke kanan dan ke kiri. Lalu segera mencomot putingnya yang tersipu dengan mulutku. Puting itu tersendal-sendal oleh lidahku.
“Deni.. dahsyat banget, uaohh.. enak.. ayo Den.. teruss..”

Cerita Dewasa ~ Rini menceracau tak karuan, tangannya menjambak-jambak rambut gondrongku. Kakinya bergelinjang-gelinjang kesana kemari. Binal juga gadis ini, pikirku. Aku berpindah menyamping, menghindari sepakan kaki Rini. Jangan sampai penisku terkena sepakan kakinya, bisa kalah aku nanti. Justru dengan menyamping itulah Rini semakin bebas. Bebas membuka resleting jeans yang dipakainya. Tapi dasar binal! Gerakannya yang tak karuan membuat kami berguling jatuh di lantai kamar. Dan payudara kanannya lolos dari kulumanku.

“Gimana sih, Rin? Jangan banyak gerak dong!” Ujarku sedikit kesal.
“Habis kamu ganas banget sih..” Hiburnya dengan tatapan menggoda.
Untuk mengobati kekesalan hatiku Rini segera membuka semua pakaiannya tanpa kecuali. Jelaslah sudah tubuh mungil Rini yang mempesona. Air liurku segera terbit, inginnya mengganyang tubuh mungil itu.
Tubuhnya yang meliuk-liuk semampai, dua payudaranya yang nampak ranum bengkak sebesar buah semangka, perutnya yang langsing bagai berstagen tiap hari, ahh.. Lalu, bagian kewanitaannya! Uhh, pussy itu cukup besar dengan bulu-bulu basah yang menghiasinya. Pahanya yang sekal membuatku ingin mengelusnya, dan betisnya yang mulus nan langsat.. ehmm.. Maka dengan tergesa-gesa aku melucuti pakaianku, tanpa terkecuali!

“Wah! Pistolmu besar Den!” Kata Rini yang segera berjongkok dan meremas gemas batang penisku yang sudah sangat tegang.
“Auh.. jangan begitu, geli kan?” Jawabku menepis tangannya.
“Jangan malu-malu, pistol sebesar ini, pasti ampuh.”
Rini terus saja membelai-belai batang penisku yang ukurannya bisa dibilang mantap. Semakin lama batang penisku semakin menegang, rasanya mau meledak saja. Tubuhku bagai tersiram air hangat yang kemudian mengalir di setiap sendi darahku.

“Engh, auh..” Aku berdehem-dehem asyik saat Rini asyik memainkan jemari tangannya pada batang penisku.
Telunjuk dan ibu jarinya membentuk lingkaran yang kemudian digerak-gerakkan keluar masuk batang penisku. Layaknya penisku bermain hula hop. Spermaku mencoba meyeruak keluar, tapi aku tahan dengan sekuat tenaga. Aku remas-remas rambut panjang Rini.
Tapi kemudian Rini yang semakin gemas segera memasukkan batang keperkasaanku itu ke dalam liang mulutnya. Lalu dia mengemutnya bagai mengemut es lilin.
“Ehg.. ehmm.. ”

Cerita Dewasa ~ Terdengar suara desisan Rini bagai sangat menikmati batang penisku, begitupun aku. Bagaimana tidak, bibir tebal Rini segera melumat kulit penisku, lalu lidah Rini menjilat-jilat ujungnya. Nafasku serasa putus, keringatku merembes dari segala arah. Sedang Rini bagai kesetanan, terus saja menciptakan sejuta keindahan yang siap diledakkan.
Crot.. crot.. Tak ada yang bisa menahannya lagi. Spermaku keluar menyembur ke liang mulut Rini. Gadis itu nampak sedikit tersedak, beberapa sperma muncrat keluar mulutnya dan kemudian membasahi pangkal penisku.

“Ehmm.. ehmm.. keluarkan teruss.. ehmm,” Ujar Rini dengan mulut yang penuh dengan cairan spermaku.
Srup, srup, ia meminumnya dengan semangat sambil tangannya menggelayut di pahaku. Ujung penisku dikenyot-kenyot membuat geloraku makin berdenyut-denyut.
Karena tak tahan maka tak ayal lagi aku segera menubruknya. Menindih tubuh mungilnya lalu melahap bibir nakalnya. Lidah kami bergelut di dalam, menggigit-gigit gemas dan penuh nafsu. Tak peduli Rini merintih-rintih. Entah karena aku terlalu rakus mengganyang bibirnya, atau berat menahan tindihanku. Yang pasti rintihan Rini terdengar sangat merdu di telingaku.
Maka setelah puas mencumbui bibirnya aku segera beralih kepada pussy-nya. Benda keramat itu entah sudah berapa kali kebobolan, aku tak peduli. Kali ini ganti kau yang kukerjain, pikirku.
Langsung saja aku lebarkan paha Rini sehingga jelas pussy berumput yang sangat basah itu. Jemariku memainkan daging gemuk itu. menyusuri perbukitan yang berlorong. Lalu memelintir klitorisnya ke kanan dan ke kiri. Surr.. menyembur lagi cairan kewanitaan Rini. Bening menetes diantara jemariku.
“Den.. tunggu apa.. ayo dong..”
“Aku datang sayang.”

Cerita Dewasa ~ Wajahku segera mendekat ke pussy Rini. Lalu tanganku sedikit membuka si pussy sehingga aku bisa menikmati goa kenikmatan itudengan mataku walau hanya sebentar. Srup, srup, aku jilati pussy basah itu. Lidahku sengaja mencari-cari lubang yang mungkin bisa kutembus. Lidahku semakin ke dalam. Mempermainkan klitorisnya yang kenyal. Tanganku pun menyempurnakan segalanya. Bermain-main di payudara Rini yang semakin tegang, mengeras. Sayup-sayup terdengar suara erangan Rini. Aku harap gadis itu juga menikmatinya.

“Ayouhh Den, masukk, aku tak tahan lagi..”
Suara gadis itu terdengar lemah, mungkin sudah keletihan. Aku pun sudah cukup puas beranal ria. So, tunggu apa lagi?? Aku meminta Rini untuk menungging. Gadis itu menurut dengan wajah letih namun penuh semangat. Kemudian aku segera memasukkan penisku ke lubang kawinnya. Mudah. Sekali hentakan sudah masuk. Lalu kucabut dan kumasukkan berkali-kali. Lalu kubiarkan terbenam di dalam beberapa menit.
“Eghh..” Rini menahan rasa nikmat yang kemudian tercipta.
Tubuhnya sedikit mengejang tapi kemudian bergoyang-goyang mengikuti gerakan penisku. Aku segera mengocok penisku dengan kekuatan penuh. Dan kemudian.. kembali spermaku muncrat keluar memenuhi lubang kawin Rini.

Cerita Dewasa ~ Beberapa saat kami saling menikmati kenikmatan itu. darahku seakan berhenti mengalir seperti ada hawa panas yang menggantikan aliran darahku. Seluruh persendian terasa tegang, tapi kemudian seperti ada rasa kepuasan yang tak bisa terucapkan.
Hingga kemudian aku mencabut kembali batang penisku dari pussy Rini. Gadis itu kembali terlentang di lantai kamar hotel. Sedang aku segera menghempaskan tubuhku di atas kasur. Dinginnya lantai kamar yang menyentuh jemari kakiku tak bisa mengalahkan panasnya suasana kamar itu. Bau keringat kami berbaur.
Namun tiba-tiba batang penisku yang sudah mulai mengendur tersentuh kulit halus wanita. Ketika aku mendongakkan wajah ternyata Rini yang telah duduk di depan kakiku sambil mengelus-elus batang penisku.
“Den, kamu hebat banget. Aku benar-benar puas.”
“Ehng.. kamu juga. Sekarang kamu mau minta apa??”
Gadis itu masih diam sambil terus mempermainkan batang penisku. Gawat, bisa-bisa bangun lagi batang penisku. Bisa perang lagi nih, dobel dong tarifnya.
“Kamu minta apa? HP? Duit?”
“Aku minta.. minta lagi deh,” Kata Rini yang kemudian kembali mengenyot batang penisku.
“Waduh, bisa-bisa lembur nih!”, pikirku.

Jangan lupa juga kunjungi PRIA PERKASA

Cerita Dewasa Sedarah | Ngentot Tante Nanik ampe Ketagihan

Cerita Dewasa Sedarah | Ngentot Tante Nanik ampe Ketagihan 

www.ceritahariantante.blogspot.com
Cerita Dewasa | tante Girang kembali hadir membawakan cerita dewasa, cerita ngentot, cerita ngentot sedarah, cerita ngentot tante, cerita dewasa sedarah, tante ngentot, ngentot tante, cerita dewasa tante 

cerita ngentot ~ Pagi itu aqu ada janji untuk menjaga rumah Tanteku. Oh ya, Tanteku ini orangnya cantik dgn wajah seperti artis sinetron, namanya Nanik. Tinggi badan 168, toket 34, dan tubuh yg langsing. Sejak kembali dari Malang, aqu sering main ke rumahnya. Hal ini aqu laqukn atas permintaan Tante Nanik, krna suaminya sering ditugaskn ke luar pulau. Oh ya, Tante Nanik mempunyai dua anak perempuan

cerita ngentot ~ Dani dan Fitry. Dani udah kelas dua SMA dgn tubuh yg langsing, toket 36B, dan tinggi 167. Sedangkn Fitry mempunyai tubuh agack bongsor untuk gadis SMP kelas tiga , tinggi 170 dan toket 36. Setiap aqu berada di rumah Tante Nanik aqu merasa seperti berada di sebuah harem. Tiga wanita cantik dan seksi yg suka memakai baju2 transparan kalau di rumah. Kali ini aqu akn ceritakn pengalamanku dgn Tante Nanik di kmarnya ketika suaminya sedang tugas dinas luar pulau untuk 5 hari. Hari Senin pagi, aqu memacu motorku ke rumah Tante Nanik. Setelah perjalanan 15 menit, aqu sampe di rumahnya. Langsung aqu parkir motor di teras rumah. Sepertinya Dani dan Fitry masih blum berangkat sekolah, begitu juga Tante Nanik blum berangkat kerja.

“Met pagi semua” aqu ucapkn sapaan seperti biasanya.
“Pagi, Mas Iman. Lho kok masih kusut wajahnya, pasti baru bangun ya?” Fitry membalas sapaanku.
“Iya nih kesiangan” aqu jawab sekenanya sambil masuk ke ruang keluarga.
“Ir, kmu antar Dani dan Fitry ke sekolah ya. Tante blum mandi nih. Kunci mobil ada di tempat biasanya tuh.
” Dari dapur Tante menyuruh aqu.
“OK Tante” jawabku singkat.
“Ayo duo cewek paling manja sedunia.
” celetukku sambil masuk ke mobil. Iya lho, Dani dan Fitry
memang cewek yg manja, kalau pergi selalu minta diantar.
“Daag Mas Iman, nanti pulangnya dijemput ya.” Lalu Dani menghilang dibalik pagar sekolahan.
Selesai udah tugasku mengantar untuk hari ini. Kupacu mobil ke rumah Tante Nanik.
Setelah parkir mobil aqu langsung menuju meja makn, lalu mengambil porsi tukng dan melahapnya.

cerita ngentot ~ Tante Nanik masih mandi, terdengar suara guyuran air agack keras. Lalu hening agack lama, setelah lebihkurang lima menit tidak terdengar gemericik air aqu mulai curiga dan aqu hentikn maknku. Setelah menaruh piring di dapur., aqu menuju ke pintu kmar mandi, sasaranku adalah lubang kunci yg memang udah tidak ada kuncinya. aqu matikn lampu ruang tempatku berdiri, lalu aqu mulai mendekatkn mataqu ke lubang kunci. Di depanku terpampang pemandang -an alam yg indah sekali, tubuh mulus dan putih Tante Nanik tnpa ada sehelai benang yg menutupi terlihat agack mengkilat akibat efek cahaya yg mengenai air di kulitnya.

cerita ngentot ~ Ternyata Tante Nanik sedang masturbasi, tngan knannya dgn lembut digosok2kn ke memeknya. Sedangkn tngan kiri mengelus elus toketnya bergantian kiri dan knan.
Terdengar suara desahan lirih, “EEhhmm, ohh, arhh”. Kulihat Tanteku melentingkn tubuhnya ke belakng, sambil tngan knannya semakin kencang ditncapkn ke memek.
Rupanya Tante Nanik ini udah mencapai orgasmenya. Lalu dia berbalik dan mengguyurkn air ke tubuhnya. aqu langsung pergi ke ruang keluarga dan menyalakn TV.
aqu tepis pikiran2 jorok di otakku, tapi tidak bisa. Tubuh molek Tante Nanik, membuatku tergila2. aqu jadi membaygkn Tante Nanik ngentot dgnku.

“Lho Ir, kmu lagi apa tuh kok tnganmu dimasukkn celana gitu. Hayo kmu lagi ngebaygin siapa? Nanti aqu bilang ke ibu kmu lho.” Tiba2 suara Tante Nanik mengagetkn aqu.
“kmu ini pagi2 udah begitu. Mbok ya nanti mlem saja, kn enak ada lawannya.” Celetuk Tante Nanik sambil masuk kmar. aqu agack kaget juga dia ngomong seperti itu. Tapi aqu menganggap itu cuma sekedar guyonan.
Setelah Tante Nanik berangkat kerja, aqu sendirian di rumahnya yg sepi ini. krna masih ngantuk aqu ganti celanaqu dgn sarung lalu masuk kmar Tante dan langsung tidur.

“EEhhmm.. geli ah” aqu terbangun dan terkejut, krna Tante Nanik udah berbaring di sebelahku sambil tngannya memegang kontol dari luar sarung.
“Waduh, maafin Tante ya. Tante bikin kmu terbangun.” Kata Tante sambil dgn pelan melepaskn pegangannya yg telah membuat kontol menegang 90%.
“Tante minta ijin ke atasan untuk tidak masuk hari ini dan besok, dgn alasan sakit. Setelah ambil obat dari apotik, Tante pulang.” Begitu alasan Tante ketika aqu tnya kenapa dia tidak masuk kerja.
“Waktu Tante masuk kmar, Tante lihat kmu lagi tidur di kasur Tante, dan sarung kmu tersingkap sehingga celana dalam kmu terlihat. Tante jadi terangsang dan pingin pegang punya kmu. EEhhmm, gedhe juga ya kontol mu”
Tante terus saja nyerocos untuk menjelaskn kelaquannya.
“udahlah Tante, gack pa pa kok. Lagian Iman tahu kok kalau Tante tadi pagi masturbasi di kmar mandi” celetukku sekenanya.
“Lho, jadi kmu..” Tante kaget dgn mimik setengah marah.
“Iya, tadi Iman ngintip Tante mandi. Maaf ya. Tante gack marah kn?” agack taqut juga aqu kalau dia marah. Tante diam saja dan suasana jadi hening selama lebih kurang 10 menit. Sepertinya ada gejolak di hati Tante. Lalu Tante bangkit dan membuka lemari pakaian, dgn tiba2 dia melepas blaser dan mengurai rambutnya. Diikuti dgn lepasnya baju tipis putih, sehingga krang terpampang tubuh Tante yg toples sedang membelakngiku. aqu tetap terpaqu di tempat tidur, sambil memegang tonjolan kontol di sarungku. BH warna hitam juga terlepas, lalu Tante berbalik menghadap aqu. aqu jadi salah tingkah.
“aqu tahu kmu udah lama pingin menyentuh ini..” dgn lembut Tante berkata sambil memegang kedua bukit kembarnya.
“Emm.., ngack kok Tante. Maafin Iman ya.” aqu semakin salah tingkah.
“Lho kok jadi munafik gitu, sejak kapan?” tnya Tanteku dgn mimik keheranan.
“Maksud Iman, ngack salahkn kalau Iman pingin pegang ini..!” Sambil aqu tarik bahu Tante ke tempat tidur, sehingga Tante terjatuh di atas tubuhku. Langsung aqu kecup toketnya bergantian kiri dan knan.
“Eh, nakal juga kmu ya.. ihh geli Ir.” Tante Nanik merengek perlahan.
“EEhhmm..sssstttt” Tante semakin keras mendesah ketika tnganku mulai meraba kakinya dari lutut menuju ke selangkngannya. Rok yg menjadi penghalang, dgn cepatnya aqu buka dan krang tinggal Clana Dalam yg menutupi gundukn lembab. krang posisi kami berbalik, aqu berada di atas tubuh Tante Nanik.

cerita ngentot ~ tngan kiriku semakin berani meraba gundukn yg aqu rasakn semakin lembab. Ciuman tetap kami laqukn dibarengi dgn rabaan di setiap cm bagian tubuh. sampe akhirnya tngan Tante masuk ke sela-sela celana dan berhenti di tonjolan yg keras.
“EEhhmm, boleh juga nih. Sepertinya lebih besar dari punyanya om kmu deh.” Tante mengagumi kontol yg blum pernah dilihatnya.
“Ya udah dibuka saja Tante.” pintaqu.
Lalu Tante melepas celanaqu, dan ketika tinggal Clana Dalam yg menempel, Tante terbelalak dan
tersenyum.
“Wah, rupanya Tante punya kontol lain yg lebih gedhe.” Gila Tante Nanik ini, padahal kontol-ku blum besar maksimal krna terhalang Clana Dalam. Aksi meremas dan menjilat terus kami laqukn sampe akhirnya tnpa aqu sadari, ada hembusan nafas diselangknganku. Dan aktifitas Tante terhenti. Rupanya dia udah berhasil melepas Clana Dalam ku, dan krang sedang terperangah melihat kontol yg berdiri dgn bebas dan menunjukkn ukuran sebenarnya.
“Tante.. ngapain berhenti?” aqu beranikn diri bertnya ke Tante, dan rupanya ini mengagetknnya.
“Eh.. anu.. ini lho, punya kmu kok bisa segitu ya..?” agack tergagap juga Tante merespon pertnyaanku.
“gack panjang banget, tapi gemuknya itu lho.. bikin Tante merinding” sambil tersenyum dia ngoceh lagi.
Tante masih terkesima dgn kontol-ku yg mempunyai panjang 15 cm dgn diameter empat cm.
“Emangnya punya om gack segini? ya udah Tante boleh ngelaquin apa aja sama kontol ku.” aqu ingin agar Tante memulai ini secepatnya.
“EEhhmm, iya deh.” Lalu Tante mulai menjilat ujung kontol-ku. Ada sensasi enak dan nikmat ketika lidah Tante mulai beraksi naik turun dari ujung sampe pangkal kontol. “AAAaahhh.. enak Tante, terusin hh.” aqu mulai meracau. Lalu aqu tarik kepala Tante Nanik sampe sejajar dgn kepalaqu, kami berciuman lagi dgn ganasnya. Lebih ganas dari ciuman yg pertama tadi. tnganku beraksi lagi, kali ini berusaha untuk melepas Clana Dalam Tante Nanik. Akhirnya sambil menggigit2 kecil puting toketnya, aqu berhasil melepas penutup satu2nya itu. Tiba2, Tante merubah posisi dgn duduk di atas dadaqu. Sehingga terpampang jelas memeknya yg tertutup rapat dgn rambut yg dipotong rapi berbentuk segitiga.
“Ayo Ir, gantian kmu boleh melaqukn apa saja terhadap ini.” Sambil tngan Tante mengusap
memeknya.
“OK Tante” aqu langsung mengiyakn dan mulai mengecup memek Tante yg bersih.
“SStttt,,,OOOOhhh” Tante mulai melenguh pelan ketika aqu sentuh klitorisnya dgn ujung lidahku.
“EEEhEEhhmmmm,,. enak Ir, terus Ir.. yyeesss,,,sssttt,,” Tante mulai berbicara tidak teratur.
Semakin dalam lidahku menelusuri liang memek Tante. Semakain kacau pula omongan Tante Nanik.
“aaAAAaahhhHHH ,,Ir..ssttt..Irr aqu mau keluar.” Tante mengerang dgn keras.
“AAAaahhh..” erangan Tante keras sekali, sambil tubuhnya dilentingkn ke kebelakng.
Rupanya Tante udah mencapai puncak. aqu terus menghisap dgn kuat memeknya, dan Tante masih berkutat dgn perasaan enaknya.
“EEhhmm..kmu pintar Ir. gack rugi Tante punya keponakn seperti kmu. kmu bisa jadi pemuas Tante nih, kalau om kmu lagi luar kota. Mau kn?” dgn manja Tante memeluk tubuhku.
“Ehh, gimana ya Tante..” aqu ngomgong sambil melirik ke kontol ku sendiri.
“Oh iya, Tante sampe lupa. Maaf ya” Tante sadar kalau kontol ku masih berdiri tegack dan blum puas.

cerita ngentot ~ Dipegangnya kontol ku sambil bibirnya mengecup dada dan perutku. Lalu dgn lembut Tante mulai mengocok kontol. Setelah lebih kurang 15 menit Tante berhenti mengocok.
“Ir, kok kmu blum keluar juga. Wah selain besar ternyata kuat juga ya.” Tante heran krna blum ada tnda2 mau keluar sesuatu dari kontolku. Tante bergeser dan terlentng dgn kaki dijuntaikn ke lantai. aqu tnggap dgn bahasa tubuh Tante Nanik, lalu turun dari tempat tidur. aqu jilati kedua sisi dalam pahanya yg putih mulus. Bergantian kiri-knan, sampe akhirnya dipangkal paha. dgn tiba2 aqu benamkn kepalaqu di memeknya dan mulai menyedot. Tante menggelinjang tidak teratur, kepalanya bergerak ke kiri dan knan menahan rasa nikmat yg aqu berikn.
Setelah memek Tante basah, Tante melebarkn kedua pahanya. aqu berdiri sambil memegang kedua pahanya. aqu gesek-gesekkn ujung kontol ke memeknya dari atas ke bawah dgn pelan. Perlaquanku ini membuat Tante semakin bergerak dan meracau tidak karuan.
“Tante siap ya, aqu mau masukin kontol” aqu memberi peringatn ke Tante.
“Cepetn Ir, ayo.. Tante udah gack tahan nih.” Tante langsung memohon agar aqu secepatnya memasukkn kontol. dgn pelan aqu dorong kontol ke arah dalam memek Tante Nanik, ujung kepalaqu mulai dijepit bibir memeknya. Lalu perlahan aqu dorong lagi hingga separuh kontol krang udah tertncap di memeknya. aqu hentikn aktifitasku ini untuk menikmati moment yg sangat enak. Pembaca cobalah laqukn ini dan rasakn sensasinya. Pasti Anda dan pasangan akn merasakn sebuah kenikmatn yg baru.
“Ir, kok rasanya nikmat banget.. kmu pintar AAAaahhh.. sssstttt” Tante berbicara sambil merasa keenakn.
“AAAaahhh.. sssstttt mm, Tante ini cara Iman agar Tante juga merasa enak” aqu membalas omongan Tante.
Lalu dgn hentakn lembut aqu mendorong semua sisa kontol ke dalam memek Tante.
“AAAaahhh..” kami berdua melenguh.
Kubiarkn sebentar tnpa ada gerakn, tetapi Tante rupanya udah tidak tahan. Perlahan dan semakin kencang dia menggoygkn pinggul dan pantatnya dgn gerakn memutar. aqu juga mengimbanginya dgn sodokn ke depan. memek
Tante Nanik ini masih kencang, pada saat aqu menarik kontol bibir memeknya ikut tertarik.
“Cplok.. Cplok.. Cplokk” suara benturan pahaqu dgn paha Tante Nanik semakin menambah rangsangan.
Sepuluh menit lebih kami melaqukn gaya tersebut, lalu tiba-tiba Tante mengerang keras “AAAaahhh.. Ir Tante nyampai lagi”

cerita ngentot ~ Pinggulnya dirapatkn ke pahaqu, kali ini tubuhnya bergerak ke depan dan merangkul tubuhku. aqu kecup kedua toketnya. dgn kontol masih menancap dan dijepit memek yg berkedut dgn keras. dgn posisi memangku Tante Nanik, kami melanjutkn aksi. Lima belas menit kemudian aqu mulai merasakn ada desakn panas di kontol.
“Tante, aqu mau keluar nih, di mana?” aqu bertnya ke Tante.
“Di dalam aja Ir, Tante juga mau lagi nih” sahut Tante sambil tubuhnya digerakkn naik turun.
Urutn memeknya yg rapat dan ciuman-ciumannya akhirnya pertahananku mulai bobol.
“AAAhhhh.. Tante aqu nyampai”.

“aqu juga Ir.. AAAaahhh” Tante juga meracau.
aqu terus semprotkn cairan hangat ke memek Tante. setelah delapan semprotn Tante dan aqu bergulingan di di kasur. Sambil berpelukn kami berciuman dgn mesra.
“Ir, kmu hebat.” puji Tante Nanik.
“Tante juga, memek Tante rapet sekali” aqu balas memujinya.
“Ir, kmu mau kn nemani Tante selama om pergi” pinta Tante.
“Mau Tante, tapi apa Tante gack taqut hamil lagi kalau aqu selalu keluarkn di dalam?” aqu balik bertnya.
“gack apa2 Ir, Tante masih ikut KB. Jangan kuatir ya sayg” Tante membalas sambil tngannya mengelus dadaqu.

cerita ngentot ~ Akhirnya kami berpagutn sekali lagi dan berpelukn erat sekali. Rasanya seperti tidak mau melepas perasaan nikmat yg barusan kami raih. Lalu kami mandi bersama, dan sempat melaquknnya sekali lagi di kmar mandi. Itulah pengalamanku dgn Tante Nanik. Ternyata enak juga bermain dgn wanita yg berumur 40-an. Semenjak itu aqu sering dapat telepon ajakn untuk berkencan dgn Tante2. Rupanya Tante Nanik menceritakn hal kehebatnku kepada teman2nya. 

Cerita Dewasa | tante Girang kembali hadir membawakan cerita dewasa, cerita ngentot, cerita ngentot sedarah, cerita ngentot tante, cerita dewasa sedarah, tante ngentot, ngentot tante, cerita dewasa tante




Cerita Dewasa Sedarah Terbaru | Ngentot Tanteku yang Jablay

Cerita Dewasa Sedarah Terbaru | Ngentot Tanteku yang Jablay


 Ketemu lagi di Harian Dewasa | Cerita Dewasa, kali ini admin memberikan berita hot dengan judul Cerita Dewasa Sedarah Terbaru | Ngentot Tanteku yang Jablay, cerita ini seputar cerita dewasa, cerita sedarah, cerita dewaa terbaru, cerita dewasa sedarah, cerita ngentot, cerita ngentot terbaru, cerita ngentot sedarah, cerita dewasa tante, cerita ngentot sedarah, dan masih banyak lagi cerita dewasa seru lainnya 
Saat itu bulan Juni, masih liburan sekolah. saat itu ortu dan adik perempuanku jalan2 ke Bandung, di rumahku aku hanya tinggl sendiri akhirnya aku dititipkan dirumah tanteku (adik Ibuku). Irma, nama tanteku. kalo gack salah umur tanteku saat itu 30, tanteku belum punya anak walaupun udah kawin 2 tahun lebih. Jadi ketika aku ke sana dia senang sekali. Om-ku bekerja di Perusahaan Swasta di Surabaya, tapi sering keluar kota untuk kerja kerja di sana.
«Bayu, tolong jaga rumah dan tantemu ya, tantemu lagi sakit. Om besok ke Jakarta, ada kerja penting yang harus dikerjakan»kata om-ku.

«Ya, om. Beres, tapi mana uangnya, hehe»trus aku dikasih 200 ribu sama om-ku.
Esok harinya..

«Bayu, ingat ya pesan om».

Pesan om-ku dan akhirnya dia berangkat menuju Jakarta. Sorenya aku nonton TV dengan tanteku. saat itu tanteku pake piyama yang tipis. BH tanteku kutaksir 35A, jadi lumayan besar..

«tante kan lagi sakit, napa gack istirahat aja? Biar cpet sembuh».

«gack apa2. kalo di kamar trus juga sama aja. Mendingan nonton TV bareng kamu disini»

Hehe, aku lihati trus body tanteku yang sexy itu.. Dan pikiranku mulai ngeras, begitu juga lolokku, udah mulai bangun.. Aku lgsung membayangkan kalo lagi bersebody dengan tanteku itu.. Tiba2..

«Oi, lagi mikirin apa Bayu, sampe bengong kayak gitu. Lagi lihat TV kok lihat2 tante trus».

«Habis tante cantik banget, trus sexy lagi, hehe»

«Bisa aja kamu. Nakal ya.»

«benar kok. tante memang cantik.»trus kami nonton TV lagi..

«Eh, udah jam 7 lho, ayo mkan mlem. udah dibeliin ayam goreng. Tadi pesan di warung»

«Ayo tante..»aduh pikirku.. Padahal sedikit lagi..
Akhirnya kami mkan mlem bersaman.. Aku melihat body tanteku trus.. ga konsentrasi untuk mkan..

«Ayo, Bayu. Dimkan ayamnya. Kok bengong. Minta disuapin ya?»

«Ah gack tante bisa sendiri kok. Tapi kalo disuapin sih mau aja»

«Ayo cpet mkan, dasar nakal»

«Atau tante mau disuapin sama Bayu, tante kan lagi sakit»

«Ayo mkan, jgn ngomong trus!» tanteku sepertinya marah..

mlemnya sekitar pukul spuluh mlem.. Dari kamar tante terdengar suara panggilan.

«Bayu. Bayu.. Kesini sebentar»

«Ya tante, sebantar ya aku lagi tlpon»

«cpetan, Bayu.» slasai tlpon aku lgsung menuju kamar tante.

«tante, aku masuk ya?»

«Ya, pintunya ga dikunci kok, masuk aja»

Aku lgsung masuk kekamar tante. Kamrnya harum, bau parfum..

«Kamarnya harum tante. Pake pa?»

«Sini Bayu. Dekat kesini.»

«tante. Ada apa? tante sakit lagi ya?»

«Ya Bayu. Kepela tante rasanya seperti mau pecah..»

«Saya ambilin obat ya tante? tante gack apa2 kan? Atau mau ke dokter?».

«gack perlu Bayu. Kamu kesini Bayu».

Aku lalu mendekat ke body tante yang berbaring di ranjang.

«Sini» tante lalu memegang tanganku dan di taruhnya di kpalanya.

«Tolong Bayu, urut kpalaku ya. Biar sakitnya berkurang..» kata tante dengan suara yang menggoda..

Dan tentu aja lgsung kupenuhi permintaannya.. Pikiranku mulai berpikiran lagi untuk bersetbuh dengan tanteku. Aku duduk diranjang di bagian atas kpala tanteku dan mengurut kpalanya. Aku bisa melihat toge tanteku yang menyembul karena saat itu dia memakai piyama warna putih yang tipis..

Sambil mengurut kpalanya aku juga mengelus2 rambut tanteku. Mataku tertuju ke togenya yang sepertinya mulai mengeras karena terlihat puting togenya dari luar. Sepertinya tanteku ga memakai BH.. Pikiranku sepertinya ga bisa diajak berkompromi lagi..

«tante, tante cantik banget».

«Bayu tolong pijat kaki tante juga ya. Kok rasanya pegal»

«Ya tante» dan lgsung kupijat betis tanteku..

«Kulit tante putih dan mulus ya» kataku.

«Hehe, ayo pijat trus Bayu. Ayo lebih ke atas lagi, pijat paha tante.»
Kupijat paha tante yang mulus dan putih itu. Mata tanteku terpejam, sepertinya kpalanya udah ga sakit lagi. Pikiran kotor ku muncul lagi. Ingin rasanya menikmati tbuh tanteku ini. Pijatan yang tadinya kulakukan skrang berubah menjadi elusan pada paha tanteku.. Dan sepertinya tanteku sangat menikmati karena tanteku diam aja.

«tante, gimana rasanya skrang. udah baikan?»

«trusin. jgn hentikan pijatanmu.. Ayo Bayu..»

Aku tahu tanteku pasti juga udah mulai terangsang dilihat dari bahasa bodynya.. Aku ga lagi memijat tapi kuelus trus pahanya.. Dan pelan2 kunaikkan tanganku dan kuselipkan ke celana tanteku.. ga ada reaksi sama sekali dari tanteku.

Inilah saatnya aku melakukannya.. pikirku dalam hati.. Kuelus2 dengan lembut tnuh tanteku itu. Dan akhirnya kuberanikan diri untuk menyentuh CD tenteku.. Dan ternyata CDnya udah basah.. lgsung aja kuelus memek tanteku yang masih ditutupi CD itu.

«Ehmm, Bayu, ayo truskan..»

Aku coba untuk menyelipkan jariku ke dalam CD tanteku.. Dan kugesekkan jariku disana..

«Enakk Bayu, ayo trus,»

«tante, saya buka CD tante ya, biar lebih asyik..»

«Terserah kamu Bayu, ayo cpet..»

lgsung aja kubuka CD tante.. Dan skrang aku elus perut tante..

«Ya Bayu, ooouuhhh..»

Kuremas toge tante yang masih memakai baju piyama..

«Bayu, buka aja bajuku. Ayo lakukan sesukamu..»

Dan kubuka baju tante.. Dan lgsung menyembullah 2 bukit indah yang belum pernah kulihat.. Kuremas toge tante dengan kedua tanganku..

«Ouhh, enak Bayu, truskan..» desah tanteku..

Kuremas2 trus toge tante yang putih halus itu..

«Ayo Bayu lakukan sesukamu dengan togeku.. emut Bayu. emut toge tante..»

Kuturunkan wajahku ke toge tante dan kuemut toge kirinya.. toge yang kanannya kuremas trus.. Kugigit halus puting togenya..

«Ouhh,» teriak tanteku, «Enak Bayu, ayo emut yang dalam»

Kuemut toge tante sampe keluar cairan togenya..

«toge tante enak. Aku suka toge tante..»

Kedua toge tante kuemut dan kuremas2.. Kubuka seluruh pakaianku hingga lolokku keluar..

«Ohh.. lolokmu gede Bayu.. punya om-mu aja kalah. Diapain lolokmu».

lolokku yang udah nongol langgsung dielus sama tanteku..

«Adik manisku» kata tanteku sambil mengocok lolokku..

«Enak kan?»

«Oh enak banget tante..»

lolokku dikocok trus oleh tanteku.. Aku ga mau kalah ..

«tante, memek tante merah muda, aku suka sekali»
Akhirnya kami bermain dalam posisi 69. memek tante yang udah basah lgsung aja kujilat.. Sllrrpp.. ssllrrpp.. bunyi suara lidahku ketika menjilat memek tanteku.. tanteku juga ga kalah gesitnya.. lolokku yang udah menegang itu dimasukin ke mulutnya.. Dan stelh itukemudian lgsung dimainkan dengan lidahnya dan diemut2 juga..

Kubuka memek tanteku dengan jari telunjuk dan jempolku.. Lalu kutusuk2 lidahku di lubang memeknya.. Sambil sekali2 kuemut memek tante yang baunya harum.. sampe lebih kurang 20 menit kami dalam possisi 69, tiba2 kpalaku dijepit oleh kedua paha tante..

Aku tahu kalo tanteku udah mencapai orgasme yang pertamanya.. Dari memek tante keluar cairan warna putih dan lgsung kujilat sampe bersih.. tanteku masih sibuk dengan lolokku walaupun udah mencapai orgasme..

Lalu..

«tante, aku juga mau keluar»

Mendengar ucapanku emutan tanteku pada lolokku semakin dipercpet. Dan.. Crroott.. ccrrrOOOOtttt.. Kumuncratkan 6 kali pejuhku di mulut tanteku..

«tante, jgn ditelan dulu pejuhnya..» pintaku..

Lalu kupegang kpala tante dan kulumat bibirnya yang masih penuh dengan cairan pejuhku.. Dan tanteku bereaksi dengan cpet, akhirnya kami berbagi pejuh. Kumainkan lidahku dalam mulut tante yang penuh pejuh dan kuemut pejuhnya, lalu kumuntahkan lagi ke mulut tanteku.. tanteku juga melakukannya.. sampe lebih kurang 5 menit. Kami lalu menelan pejuh tersebut..

«Ayo Bayu, masukin lolokmu ke memek tante» pinta tanteku..

lolokku memang masih tegang walaupun udah sempat mengeluarkan pejuh.. Kubuka paha tante lebar2.. sampe terlihat lubang memeknya yang masih basah itu.. Lalu kupegang lolokku dan kugesekkan kpala lolokku di mulut memeknya..

«Oh, Bayu ayo masukan lolokmu.. tbuhku ini milikmu Bayu.. Ayo. Lakukan sesukamu.. memekku ini milikmu Bayu.. Ayo masukin..» racau tanteku..

Kudorong lolokku ke memek tanteku yang udah basah sekali.. Agak susah masuknya..

«Oughh.. Masukin yang dalam Bayu.. sampe lolokmu abis.. Ayo Bayu..»

Kutekan lagi lolokku. skrang lolokku udah masuk stengh ke dalam memek tanteku.. Kutarik sedikit lolokku dan aku menarik napasku.. Dan.. Bless.

«Aughh, Bayu sakit.. lolokmu gede banget» teriak tanteku..

lolokku seperti dimkan oleh memeknya tante, amblas.. Kutarik pelan2 lolokku..

«Bayu, aauugghh. Sakit. Pelen2 ya..»

Kutarik dan dorong dengan pelan lolokku yang berada dalam lubang kenikmatan tanteku..

«tante, memeknya masih sakit?»

«gack Bayu. Ughh. Nikmat. Ayo Bayu lakukan sesukamu».

Kupercpet gerakan lolokku.. Tarikk dorongg.. Tarik.. Dorong..

«Oughh.. Shh.. Bayu.. Oughh shh..» desah tanteku karena nikmat yang kuberikan. Kugenjot trus memek tante yang semakin becek itu..

«Ouugghh enakk Bayun ayo genjot memek tante.. Lagi Bayu.. Ssshh»

Ku percpet gerakan maju mundur pantatku.. toge tante yang bergoyang turun naik seiring dengan genjotanku kuremas2.. Dan sekali2 kupelintir putingnya..

«Auhgghh enak Bayu.. Ayo genjot.. trusshh»

lolokku yang berada dalam memek tante.. Kutarik sampe hampir keluar.. Lalu.. Kudorong pantatku kedepan sekuat tenaga..

«Aaaugghh enak Bayu, ayo lakukan lagi.. Aku suka lolok kamu Bayusshshh»
Kulakukan trus dan kupercpet genjotanku. Sepertinya tanteku udah hampir klimaks..

«Ayo Bayu pompa memek tante secpet dan sekeras mungkin dengan lolokmu itu.. Ougghh»

tanteku juga menggoyangkan pantatnya maju mundur sehingga terasa sekali denyut memeknya.

«Bayu, tante mau keluar.. Ougghh shh tante gack tahan lagi..»

«Kita sama2 aja tante..»

Kupercpet genjotanku. Kupompa trus memek tanteku ini.. Dann.. tanteku memelukku dengan erat dan terasa semburan cairan kenikmatan bibi dalam memeknya..

ccrrrOOOOtttt ccrrOOOOtttt ccrrOOOOtttt..

Aku juga menyemburkan pejuhku dalam memek tanteku.. Akhirnya kami lemass.. lolokku yang masih berada dalam memek tante.. Seperti dijepit.. Enek sekali denyutannya.. Aku juga membalas dengan membuat lolokku berdenyut..

«Hehe nakal ya kamu..»
«tante juga»

Lalu kami berdua berciuman dan memainkan lidah.. Dan kucabut lolokku.. Terlihat cairan pejuhku dan tanteku mengalir keluar dari memeknya.. Tanpa perintah lgsung kujilati cairan yang membasahi memek tanteku sampe bersih.. Dan kugigit halus bibir memeknya..

«Auhghh, kamu kok nakal banget sih..»

«Habis memek tante enak sekali»

Kami lalu tertawa.. ga terasa kami main hampir duajam.

mlem itu kami tidur tanpa membersihkan diri lagi.. Bau cairan kenikmatan kami seperti memenuhi kamar tanteku.. Dan kami tidur tanpa busana.. Semleman kami hampir ga tidur karena kami trus saling mengelus2 bagian tbuh kami..

«Aku cinta tante»

«tante juga»